Review Milly Mamet

Film garapan Ernest Prakasa selalu keren dan kocak sih buat saya. Film Milly & Mamet ini juga kocaknya cukup maksimal.

keseluruhan film menggambarkan pilihan hidup kita, apakah kita memilih uang, keluarga, ketenaran, passion. tapi setiap pilihan tentunya punya konsekuensi.

film Milly Mamet ini “pecahan2” dari AADC, dimana Mamet dan Milly pernah bareng masa SMA yang kemudian ketemu lagi. Mamet yang sekolah tata boga dan punya passion disana, dengan Milly yang sudah bekerja sebagai banker.

singkat cerita, mereka menikah, namun Mamet harus melupakan passion dan bekerja di Konveksi milik ayah Milly. namun kemudian pertemuan dengan Alex, teman Mamet semasa kuliah mengajak Mamet untuk membuka resto, dengan pacar Alex sebagai investor.

disinilah polemik-polemik kehidupan mulai bermunculan, ketika membuat suatu pilihan jalan hidup, menyebabkan konsekuensi di sisi lain kehidupan. yang kelihatannya bagus, ternyata tetap saja ada efek yang membuat tidak nyaman.

yang kelihatan bagus, belum tentu bagus di mata orang lain. kalau diceritain lengkap, nanti ga seru.

kalau menurut saya sih, moral dari film ini: ikutin passion sah-sah saja, tapi perlu diingat, perjalanannya ga akan semulus atau seindah bayangan di awal. pasti ada sesuatu yang baru akan muncul di tengah perjalanan.

kalau kita bisa melewati itu semua, di ujung akan lebih indah.

selamat nonton buat yang belum nonton

tapi quote yang juara dari film ini:

“yang kamu lakukan itu, JAHIT”