7 jam di Cirebon bareng Winsen Stone Depot

winsen setiawan stone depot

Kamis 7 Juni 2018, saya sengaja meluangkan waktu untuk mengunjungi teman baru tapi lama, Winsen setiawan

kami pertama kali ketemu di Bandung tahun 2011. di sebuat event workshop digital marketing. kemudian selang 1-2 tahun kemudian ngumpul lagi di jakarta. biasanya kalau ketemu bertiga, yang satu lagi sesepuh digital marketing Pak Alex.

saya berangkat naik kereta Argo Jati pk 7.10 dari Gambir, dan tiba di Cirebon pk 10 lebih dikit. on time banget.

di stasiun, Winsen sudah menunggu saya. kami langsung jalan menuju kantor beliau.

Winsen memulai usaha ekspor batu alam sejak 2005, ketika itu dia masih bekerja di perusahaan forwarding. usahanya dimulai murni dari digital marketing.

kenapa bisa nyambung ke batu alam? karena pada saat kerja di forwarding salah satu klien pernah minta bantuan Winsen untuk cek muatan batu alam miliknya. dari sanalah semua bermula.

usahanya dimulai dari rumah kos mungil (sama saya juga, hehe). setelah 2 tahun dari usahanya ini bisa membeli sebuah rumah yang juga dijadikan kantor berikutnya. dari awal memang orientasi bisnis batu alamnya adalah untuk pasar luar alias ekspor, sambil kemudian mulai mengembangkan market di dalam negeri

kalau kantor yang sekarang tentunya sudah keren, ada ruang display untuk walk in customer.

selain bercerita, kita juga saling bertukar pikiran. ternyata cukup banyak hal yang mirip dari perjalanan bisnis dan prinsip dari menjalankan bisnis. antara lain, yang tak kalah penting dalam menjalankan sebuah bisnis, adalah people.

bagaimana cara kita memilih tim untuk menjalankan usaha kita. bagaimana kita juga harus mau melakukan investasi kepada sumber daya manusia.

tapi dari semua diskusi kita, sedikitnya ada 2 hal yang menurut saya baru yang harus saya pelajari. yaitu soal networking dan soal bank.

soal investasi, Winsen lebih banyak memilih berinvestasi di property, saat ini sudah ada kos-kosan dan sedang membangun sebuah hostel di pusat kota.

13 tahun konsisten di satu bisnis, dan hasil tidak mengkhianati. perjalanannya tidak selalu mudah, tapi bagaimana kita berkomitmen dan konsisten dengan pilihan kita.

Siang itu kami makan di restoran legendaris Roma. dan sekitar pk 5 sore saya kembali ke stasiun untuk balik ke Jakarta naik Kereta Argo Muria.

Sebenarnya besoknya Winsen ada di Jakarta, tapi kita tidak ketemu karena dia bersama keluarga, untuk bersiap ke Bali, agenda membuka kantor di sana.